Friday, 5 February 2016

pembangunan pile cap gedung kuliah poltek kupang

pertma-tama dalam pembangunan gedung kuliah adalah pekerjaan pile cap. Setelah pekerjaan pile yang meliputi pengeboran dan pemotongan pile yang tersisa di permukaan tanah, maka dilakukan penulangan untuk membuat pile cap. Pile cap tersusun atas tulangan baja berdiameter 16mm, 19mm dan 25mm yang membentuk suatu bidang dengan ketebalan 50mm dan lebar yang berbeda-beda tergantung dari jumlah tiang yang tertanam. Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang kemudian akan terus disebarkan ke tiang pancang dimana masing-masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom dan harus ≤ daya dukung yang diijinkan (Y ton) (N= jumlah kelompok pile). Jadi beban maksimum yang bisa diterima oleh pile cap dari suatu kolom adalah sebesar N x (Y ton). Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala kolom, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari pembebanan yang ada. Metode Pelaksanaan Pembuatan Pile Cap : 1. Tahap pertama, dilakukan pengecoran dengan bucket dan pipa tremie untuk daerah stage 1, lalu diratakan dengan menggunakan vibrator. 2. Tahap keduan beton di curing dan besi tulanagan dibersihkan dari kotoran dan debu. 3. Tahap ketiga, beton stage 1 yang telah kering diberikan bonding agent pada pemukaannya untuk pengecoran stage 2 yaitu pengecoran pelat basement. Bonding agent in berfungsi sebagai pengikat beton lama dengan beton baru. 4. Tahap Keempat, pengecoran stage 2 dengan menggunakan concrete pump untuk pelat basement. Pada pengecoran ini menggunakan beton yang dicampur dengan waterproofing intergral (Conplast X421M) Pada struktur bangunan gedung bertingkat tinggi kita bertemu dengan pile cap dan tea beam yang merupakan bagian dari pondasi bangunan. struktur ini terbuat dari beton bertulang dengan ukuran dan jumlah besi tulangan menyesuiakan hasil perhitungan. Pile cap di gunakan sebagai pondasi untuk mengikat tiang pancang yang sudah terpasang dengan struktur di atasnya yaitu te beam dan slab, berikut ini contoh gambar shop drawing pile cap dan tea beam pada sebuah gedung pile cap tea beam Contoh Langkah pelaksanaan pile cap sebagai berikut :-) Setelah galian tanah mencapai elevasi yang di tentukan, maka tiang pile atau pancang di potong dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan struktural dan di sisakan beton setinggi 7.5 cm untuk selimut beton. Pembuatan lantai kerja setebal 5 cm Meletakan pembesian pile cap yang sudah di pabrikasi. Memasang bekisting batako untuk memberi bentuk pile cap dan memisahkan beton dengan tanah. Merangkai dengan pembesian tea beam dan slab agar menjadi satu kesatuan. Pengecoran yang di lakukan bersamaan antara tea beam dan pile cap. Tea beam adalah balok yang terletak atau bertumpu pada permukaan tanah. Tea beam biasanya di gunakan untuk menghubungkan antara pile cap yang satu dengan pile cap yang lainya, tea beam juga berfungsi untuk menopang slab atau plat lantai yang berhubungan langsung dengan permukaan tanah. langkah pengerjaan tea beam hampir sama dengan pile cap. Permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pi
le cap dan tea beam yaitu bertemu dengan sumber air tanah sehingga harus dilakukan penyedotan air dahulu sampai kering atau disebut juga dengan pekerjaan dewatering, masalah lain yaitu elevasi ketinggian kepala tiang pancang yang terlalu dalam atau tinggi, jika terlalu dalam maka harus dilakukan penyembungan sehingga pondasi bisa bekerja dengan baik, atau jika tiang pancang terlalu tinggi maka dilakukan pekerjaan penghancuran beton sebagai rizki tukang bobok 😀 hal ini dapat dipantau saat melakukan pekerjaan pemancangan agar posisi tiang pancang benar-benar tepat pada titik dan ketinggian yang telah direncanakan. Pile cap ini bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan beban tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala kolom, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari pembebanan yang ada. Bentuk dari pile cap juga bervariasi dengan bentuk segitiga dan persegi panjang. Jumlah kolom yang diikat pada tiap pile cap pun berbeda tergantung kebutuhan atas beban yang akan diterimanya. Terdapat pile cap dengan pondasi tunggal, ada yang mengikat 2 dan 4 buah pondasi yang diikat menjadi satu. Untuk langkah kerja pelaksanaan pile cap adalah sebagai berikut : 1. Setelah galian tanah mencapai elevasi yang ditentukan, maka tiang pile atau pancang dipotong dan dan dilebihkan besi stek untuk pengikatan struktural dan disisakan beton setinggi 7,5 cm untuk selimut beton. 2. Pembuatan lantai kerja setebal 5 cm. 3. Meletakkan pembesian pile cap yang telah dipabrikasi. 4. Memasang bekisting untuk memberi bentuk pile cap dan memisahkan beton dengan tanah. 5. Merangkai dengan pembesian tie biem dan slab agar menjadi satu kesatuan. 6. Pengecoran yang dilakukan bersamaan antara tie biem dengan pile cap.